Senin, 20 Februari 2017

Perjalan Hidup

Tahun ini adalah tahun yang mengharuskan aku berdiri sendiri menentukan masa depan ku sendiri.
Tahun dimana tahun yang seharusnya aku sudah menjadi tulang punggung bagi ku sendiri.
2017...
Telah genap 23 tahun aku terlahir ke dunia ini. Usia yang tak muda lagi. Usia yang sudah matang untuk menjalani hidupku sendiri. Entah mengapa untuk saat ini aku tak sedikitpun memikirkan akan menjalani kehidupanku bersama seseorang yang akan menemaniku seumur hidupku. Tapi aku memilih untuk mengejar karirku demi untuk membahagiakan orang yang telah 23 tahun membahagiakanku. Aku memahami kesulitan yang mereka hadapi sejak aku belum mengenal dunia ini. Mereka berusaha keras mencukupi kebutuhan ku walau tak sedikit yang harus mereka keluarkan untuk menyekolahkan aku di sekolah yang berfasilitas di atas rata-rata. Tanpa mengeluh mereka terus mengeluarkan biaya yang dibilang tidak sedikit itu hanya untuk aku bisa menikmati kehidupan yang lebih baik dari kehidupan yang mereka jalani saat ini.
Memasuki bulan penuh cinta. Yes, you alright. Bulan Februari.
Bulan ini aku bekerja di perusahaan baru. Perusahaan yang bergerak di bidang properti. Tidak sulit untuk bisa masuk dan mulai menjalani rutinitas sebagai pekerja kantoran. Itung-itung flashback ke tahun 2012 dimana saat itu aku juga pernah bekerja di perusahaan properti. Untuk jobdesk sendiri, aku tergolong bingung karena deskripsi jobdeskku berantakan. Intinya aku sebagai kepala admin dan keuangan. Sebenernya posisi ini sudah tergolong nyaman kan, cuman gajinya yang mengharuskan aku untuk masih tetap mencari pekerjaan pengganti.
Memasuki Bulan Maret.
Pada bulan ini, aku diharuskan membawa orang untuk mampu membeli properti yang kami pasarkan. Wah, aku pikir ini bukan tugasku lagi. Tetapi pegawai hanyalah pegawai dan boss adalah boss. Oke mulailah aku memasarkan properti milik perusahaan kami. Berkat usaha dan kegigihanku memasarkan ada beberapa yang minat untuk mengetahui spesifikasi lebih detail. Aku sangat senang, karena si boss telah menjanjikan iming-iming yang cukup fantastis jika pegawainya dapat memasarkan propertinya.
Disaat aku mulai menekuni pekerjaanku saat ini, yaitu memasarkan properti, tingkah dan gerak-gerik si boss terlihat sangat aneh. Beliau lebih jarang ke kantor dan susah dihubungi ketika berada di luar kantor sehingga kita sebagai karyawan-karyawannya sangat takut akan hal-hal yang ada di kepala kita. Sedangkan pemasaran properti dibilang sangat menjadi tranding topik dikalangan pengusaha bahkan masyarakat mengengah ke bawah dikarenakan harganya terbilang murah. Kita sebagai karyawan hampir tidak bisa menjawab manakala ada  calon pembeli yang ingin bertanya lebih detail. Memang kita memasarkan properti dengan spesifikasi yang kami ketahui saja, selebihnya bisa langsung kita arahkan ke si boss. Tetapi untuk saat ini kan si boss lagi sulit dihubungi semenjak ada pembeli yang bayar DP sekitar Rp. 70jt, berarti yang dikejar oleh calon pembeli adalah marketingnya, yaitu kita semua yang ada di kantor yang dijadikan marketing dadakan. Dan lebih parahnya lagi kita tidak diajarkan memasarkan properti dengan spesifiakasi yang benar. Aku dan teman-teman semakin bertanya-tanya tentang keberadaan boss kami yang menghilang bak ditelan bumi.
Suatu ketika setelah beberapa hari beralasan sakit dan luar kota akhirnya si boss datang ke kantor dengan membuat jani dengan banyak orang. orang-orang pun berdatangan ke kantor entah itu semua orang siapa, darimana, dan keperluannya apa kok tiba-tiba masuk ke ruangan boss satu-per satu. Kami menerima cacian yang berbunyi, "kurang tanggap, kurang cepat, lambat" dan lain sebagainya saat melayani dokumen-dokumen yang diminta si boss.
Sore harinya, kita diminta pulang kantor lebih cepat dari biasanya yaitu pukul 16.00 yang maju sejam dari biasanya. Tanpa pikir panjang kita berempat setuju dan cepat berkemas menuju rumah masing-masing. Keesokan harinya, tiba-tiba kami mendapat kabar melalui pesan singkat yang berisi kantor ditutup dan kita semua diberhentikan dengan alasan masih belum ada pekerjaan yang bisa dikerjaan. Kita sebagai karyawan pun langsung saling menghubungi satu per satu menanyakan mengapa, ada apa ini. Yang terlebih menjadi beban adalah ketika kita diberhentikan sementara tanpa ada pesangon dan gaji yang kami terima belum keluar. Hati kami berempat semakin gundah ketika awal bulan saat dijanjikan turunnya gaji belum dipenuhi oleh si boss. Sampai akhirnya kami meminta bantuan polisi. Tetapi kita tidak mempunyai bukti yang kuat karena kita tidak mempunya kotrak kerja yang menjelaskan bahwa kita adalah karyawan dari perusahaan tersebut. Akhirnya kita pun mengambila jalan pintas sendiri, yakni mendatangi rumahnya. Disitu kami semakin kaget karena ternyata si boss hanya penghuni yang kotrak saja. Astagfirullah!! Pada hari pertama kami tidak mendapatkan apa-apa melainkan janji akan diberikannya gaji pada minggu depan. pada hari kedua si boss sudah tidak ada di rumah kontrakannya, yang tersisa hanyalah mobilnya yang disita oleh pemilik kontrakan dan pemilik kontrakan adalah orang yang mempunyai lahan yang selama ini kami pasarkan. Akhirnya yang bersedia membayar kita adalah pemilik kontrakan. Beruntung pemilik kontrakan memberi kita separuh dari gaji kita dikarenakan kasihan kepada kita. meskipun tidak seluruh gaji yang dibayar, kami sangat senang menerimanya. Beliau berkata jika kurangan dari gaji akan beliau transfer paling lambat 3hari dari hani ini. Alhamdulillah senang dengarnya.

Rabu, 31 Juli 2013

PERMOHONAN UNTUK SANG PENCIPTAKU

25 Februari 2012 pukul 19:45


Tuhan . . .
aku harus pilih apa ya tuhan
bingung melandaku saat ini ya tuhan
tak ada pilihan yang tepat selain pilihan darimu
berilah hamba petunjuk ya allah
aku sangat-sangat butuh bantuanmu ya allah
secercah cahaya darimu adalah emas yang sangat berharga Bagiku saat ini

ohh tuhanku
yang maha pengasih . . .
lagi maha penyayang . . .
bimbinglah aku
dalam mengambil keputusan jurusan ini
bimbinglah aku
agar aku selalu berada di dalam jalanmu
berada dalam dekatmu ya tuhan
tuntunlah aku selalu ya allah

aku tak bisa memilih sendiri tanpa ada campur tangan darimu
mungkin ku selalu meminta, meminta, meminta dan meminta lagi padamu
tanpa ku pernah beri kau imbalan dengan selalu berbuat baik tanpa buruk sedikitpun

maafkan aku ya tuhan
tapi aku kali ini hanya minta, berilah aku petunjuk untuk pilih ini semua
mana yang harus aku pilih
mana ya allah
mana ??
aku bingung ya allah
tolonglah hambammu ini ya allah, 
berilah petunjuk ya allah
TOLONGG !!

by : windayu

UNTUKMU


5 Mei 2012 pukul 1:17
By. Winda Arianti

Dulu Kau Semangatku
Dulu Kau Adalah Hatiku
Dan Dulu Kau Sebagian Dari Hidupku

Namuuun, Sekarang . . .
Kau Hanyalah Pembuat Air Mataku
Kau Pembuat Isak Tangisku

Ku Tak Mengerti Apa Yang Kau Inginkan
Ku Tak Pernah Mengerti Apa Yang Kau Harapkan
Apakah Ini Yang Kau Inginkan ??
Apa Ini Yang Kau Harapkan ??

Entah Apa Yang Ada Di Benakmu
Sehingga Kau Tak Pernah Hiraukan Aku
Kau Acuhkan Aku
Kau Sakiti Aku

Mungkin Aku Tak Pernah Sempurna
Tak Pernah Sempurna Di Matamu

Jika Ku Harus Tinggalkanmu
Kan Ku Bawa Kenangan Indah Saat Bersamamu

Aku Berharap
Kau Dapatkan Pengganti Diriku
Pengganti Diriku
Dan Pengganti Diriku Yang Mengertimu 

KAU DAN AKU

01 Agustus 2013


Kau dan aku
Yah kau dan aku
Memanglah indah bila diucapkan
Tapi tidaklah untuk diteruskan :(

Mungkin bersamaku selama ini
Tak seperti yang kau harapkan
Tak seperti yang kau pikirkan
Tuk menjalin cinta bersama pasangan

Maaf bila ku tak bisa menghargaimu
Tak bisa mengerti posisimu
Tak bisa menerima yang kau lakukan
Dikala kau bersama mereka

Aku tau . . .
Ini memang bukan akhir yang kita inginkan
Mungkin kita tak sejalan
Dan mungkin
Aku bukan yang terbaik yang Tuhan Berikan

Aku harap setelah ini
Kau tak menjauhi ku
Kau tak membenci ku
Maafkan aku :(


“ Winda Arianti “